Thursday, May 29, 2008
Einstein tentang Agama
"Childish superstition: Einstein's letter makes view of religion relatively clear
http://www.guardian.co.uk/science/2008/may/12/peopleinscience.religion
Tahyul kanak-kanak:
Surat Enstein tentang pandangannya terhadap agama cukup jelas
"Sains tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa sains adalah buta." Begitu ujar Albert Einstein, dan kutipannya yang terkenal yang telah menjadi ajang perdebatan tiada akhir antara orang beriman dan tidak beriman yang ingin mengklaim ilmuwan terbesar abad ke-20 berada di pihak mereka.
Sebuah surat yang kurang dikenal yang ditulis olehnya, mungkin bisa membantu menyelesaikan perdebatan ini - atau paling tidak menambah panjang kontroversi tentang pandangannya terhadap agama.
Menjelang pelelangan surat tersebut minggu ini di London setelah selama 50 tahun menjadi koleksi pribadi, dokumen ini tidak menyisakan keraguan bahwa ahli fisika teoritik ini bukanlah seorang pendukung kepercayaan agama, yang dinilainya sebagai "tahyul kanak-kanak" .
Di dalam surat itu, ia menyatakan bahwa: "Kata tuhan bagiku tidak berarti apa-apa selain ekpresi dan produk dari kelemahan manusia, dan Alkitab sebagai sekumpulan tulisan berharga, namun tetap saja primitif dan kekanak-kanakan. Tidak ada interpretasi secanggih apa pun dapat mengubah ini.
Einstein, yang adalah seorang Yahudi dan yang juga menolak menjadi Presiden Israel yang kedua, dan juga menolak ide bahwa orang Israel adalah bangsa Tuhan yang terpilih."
Bagiku agama Yahudi seperti halnya agama yang lain adalah perwujudan dari tahyul yang kekanak-kanakan. Dan orang Yahudi dengan bangga kuakui sebagai bagian dariku beserta dengan mentalitasnya yang kuakui dekat denganku tidak membedakanku dari orang-orang lain. Sejauh pengalamanku, mereka tidak lebih baik dari bangsa-bangga lain, meskipun mereka terlindungi dari kanker terburuk karena mereka tidak berkuasa. Selain itu aku tidak bisa melihat apa yang "terpilih" dari mereka.
Surat ini akan dilelang di Balai Pelelangan Bloomsbury pada Kamis Festival Mei dan diharapkan mencapai harga £8000. Tulisan tangan tersebut, dalam bahasa Jerman, tidak terinci dalam sumber akademik paling otoritatif tentang masalah ini, yaitu buku tulisan Max Jammer, Einstein and Religion.
Seorang ilmuwan terkemuka Inggris, John Brooke dari Universitas Oxford, mengaku ia belum pernah mendengar tentang hal ini.
Einstein paling dikenal melalui teori relativitasnya dan persamaan E=mc2 yang menggambarkan ekuivalensi antara massa dan energi, namun pandangannya tentang agama telah banyak mengundang tanda tanya.
Orangtuanya bukanlah penganut agama taat namun ia sekolah di sekolah dasar Katolik dan pada saat yang sama diajar secara privat tentang agama Yahudi. Ini mengacu pada masa yang kemudian dinamakannya "surga agama anak-anak", di saat ia mematuhi kewajiban agama seperti tidak makan babi. Ini tidak berlangsung lama dan pada usia 12 tahun ia mulai mempertanyakan keabsahan cerita-cerita di dalam Alkitab."
Konsekuensinya adalah perasaan bebas yang fanatik secara positif disertai perasaan bahwa masa mudanya telah ditipu oleh negara melalui kebohongan; sungguh perasaan yang mengejutkan, " tulisannya.
Dalam tahun-tahun terakhirnya ia mengaju pada "perasaan religius kosmik" yang meresapi dan menjaga karya-karyanya. Pada tahun 1954, setahun sebelum kematiannya, ia mengatakan tentang ingin "merasakan alam semesta seperti sebuah kesatuan kosmik." Ia juga suka menggunakan istilah religius, seperti pada tahun 1926 mengatakan bahwa "Ia [Tuhan] tidak bermain dadu" ketika mengacu pada ketidakpastian yang dihasilkan oleh teori kuantum.
Posisinya terhadap Tuhan telah sering disalahpahami oleh orang dari kedua belah pihak ateism/agamis namun ia selalu menolak untuk digolong-golongkan."
Seperti para ilmuwan besar lainnya ia tidak bisa dikotak-kotakkan seperti yang diinginkan orang dalam polemik," kata Brooke. "Jelas misalnya di mana ia memberikan penghormatan kepada nilai-nilai agama yang terdapat di dalam tradisi Yahudi dan Kristen... tetapi apa yang ia maksud dengan agama adalah sesuatu yang lebih mendalam daripada apa yang biasnya dimaksud dalam diskusi biasa.
Meskipun penolakannya mutlak terhadap agama konvensional, Brooke mengatakan bahwa Einstein sempat marah sewaktu pendangannya dipakai para ateis fundamentalis. Ia marah oleh ketinggihatian mereka dan pernah menulis seperti ini, "Misteri abadi dari dunia ini adalah kesukarannya untuk dipahami."
Wednesday, May 28, 2008
Kontroversi Blue Energy, HOAX terbesar dalam sejarah Indonesia!
Banyak yang menaruh harapan bahkan lebih dari sekedar harapan dengan langsung berinvestasi seperti Presiden kita SBY. Beliau langsung meluluskan untuk membangun pabrik blue energy di daerah Cikeas. Bahkan beliau sempat mempresentasikannya di UNFCC kemaren di Bali.
Belakangan isu ini rame lagi karena sang penemunya, Joko Suprapto menghilang. Tambah rame isu ini, ada yang bilang ia diculik oleh para konglomerat minyak karena penemuannya bisa membuat revolusi di bidang energi.
Apa yang terjadi sesungguhnya. Kalau saya sih bilang ini adalah HOAX terbesar yang mengalahkan HOAX kartu Axis 666 kemaren. Sampai presiden aja kemakan!
Buat yang pernah belajar fisika SMP atau SMA, tentunya tahu kalau air alias H2O bisa diubah menjadi hidrogen dan oksigen dengan proses yang namanya hidrolisis. Hidrogen yang sudah terpisah tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembakaran. Tapi proses hidrolisis ini bukannya gratis, melainkan butuh energi listrik. Proses ini sampai sekarang gak dipakai untuk menjalankan motor karena energi yang dibutuhkan dalam pemisahan hidrogen dan air besar sekali. Gak setara dengan energi yang kemudian dihasilkan dari pembakaran hidrogen. Ini kan namanya nombok.
Beda dengan teknologi fusi dingin yang sampai sekarang masih terus diteliti. Fusi dingin juga memanfaatkan salah satu isotop hidrogen yang juga bisa dihasilkan dari hidrolisis air. Hidrogen ini melalui reaksi fusi nuklir seperti yang terjadi di matahari dan menghasilkan energi yang dahsyat. Energi awal yang dipakai untuk hidrolisis gak ada apa2nya dibandingkan dengan energi hasil reaksi fusi nuklir.
Kenapa kita begitu mudah kemakan HOAX semacam ini. Masyarakat kita, termasuk presiden dan staf2nya, masih buta sains. Pendidikan sains mulai dari SD sampai SMA selama 12 tahun seolah tak berbekas di otak kita. Masih ingat dulu kota Jogja yang heboh takut kena siklon tropis, padahal siklon tropis tidak akan menghantam daerah di bawah 10 derajat lintang. Atau isu kartu Axis barusan yang bilang radiasi infra merah HP yang bisa membunuh. Sejak kapan infra merah dipakai dalam koneksi HP kecuali untuk transfer data jarak dekat dengan notebook misalnya.
Sudah saatnya para begawan sains turun gunung, memberikan pencerahan sains ke guru2 sekolah terlebih dahulu, supaya mereka bisa mengajarkan sains secara benar kepada masyarakat. Buku2 sains kita tidak pernah laku (tanya deh KPG gramedia). Rak buku sains gak ada di toko buku, kalaupun ada diisi oleh buku pelajaran dan buku komputer. Berbahaya sekali masyarakat yang buta sains, yang bisa dimanfaatkan oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab. Jangan2 kalau ada orang yang dengan cukup meyakinkan mengatakan bahwa bumi ini datar atau mataharilah yang mengelilingi bumi, bukan sebaliknya, masyarakat kita pun akan PERCAYA!
Tuesday, May 13, 2008
Isu Kenaikan BBM
Tapi bukan itu yang ingin saya bahas. Yang ingin saya kritik adalah kenapa pemerintah meniupkan isu kenaikan BBM. Belum jelas kapan mengenai skema kenaikan dan kapan akan dinaikkan. Tapi isu sudah meluas dan masyarakat sudah resah. Beberapa politikus (dan mantan politikus) pun sudah berkomentar. Amin Rais sudah menunjuk SBY-JK tidak kompeten dan membuat kenaikan BBM makin menyulitkan rakyat yang sudah susah.
Saya mencoba berteori mengenai mengapa isu ini ditiup. Saya menganggap pemerintah justru ibarat mencelupkan kaki ke kolam yang dingin untuk menguji seberapa dingin air kolam itu. Tindakan meniupkan isu ke masyarakat adalah untuk menguji medan, menguji seberapa besar perlawanan masyarakat akan kenaikan tersebut. Tindakan tersebut saya nilai tidak bijak, lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Lebih baik bahas secara internal dan tuntas, pertimbangkan segala kemungkinan dan buatlah keputusan walaupun itu pahit. Lingkungan usaha cenderung lebih menyukai pendekatan demikian karena memberikan kepastian. Mereka bisa jauh2 hari menyusun langkah antisipasi karena adanya kejelasan.
Sunday, April 13, 2008
Untung ada DVD bajakan!
Saya, mewakili beberapa penggemar film kelas berat belakangan ini merasa porsi tayangan film Indonesia mulai menggerogoti kenikmatan kami menonton film2 berkualitas dari negeri seberang. Film yang menang Oscar "No Country for Old Man" gak masuk jaringan bioskop kita. Beberapa unggulan seperti "There Will be Blood" juga gak tayang. "Juno" yang banyak dipuji, dan skenarionya memenangkan Oscar mungkin baru akan tayang, telat setengah tahun.
Untung masih ada Blitz Megaplex yang sering memasukkan film2 alternatif yang kelas festival sehingga bisa dinikmati oleh para penggemar film kelas berat. Film seperti "The Orphanage" yang diproduksi Guillermo del Toro bisa diputar. Begitu pula dengan "The Fall" karya Tarsem Singh yang fenomenal itu. Yang suka film2 horor Asia (yang jauh lebih bagus dari film horor lokal maupun Hollywood) juga terpuaskan di sana.
Di lain pihak, kecuali anda langganan TV kabel, tontonan di TV lokal benar2 membunuh kecerdasan otak. Masa2 keemasan yang dulu sempat kita nikmati sewaktu RCTI masih pake dekoder seolah menjadi masa lampauyang tak terjangkau. Dulu kita dimanja dengan seri Mac Gyver, Flash, Layar Emas Rabu, film kartun seperti Duck Tales, dll. Di saat banyaknya film seri bermutu di negeri seberang (baik Korea maupun Hollywood) seperti Heroes, CSI, 24, dll, kalau kita gak punya TV kabel silakan nyengir.
Dan disinilah datang "dewa penyelamat" kita, DVD bajakan! Segala macam film, dari yang sampah, porno, india, sampai kelas film klasik dan festival, film seri TV Amerika maupun Korea, film Jepang, anime, semua bisa diperoleh dengan mudah dan murah!
OK, anggaplah pembajakan adalah perbuatan melanggar hukum. Tetapi para pembajak bisa kita lihat seperti Robin Hood dunia hiburan yang memberikan hiburan murah kepada rakyat (dengan segepok keuntungan di tangan mereka tentu saja), yang tanpa mereka hanya nyengir saja nonton film jelek yang makin merajai bioskop dan televisi kita. Hidup DVD bajakan!
Sunday, March 23, 2008
Lagu Ibu Kita Kartini Tiga Bait (Saya Bukan Roy Suryo)
Beberapa hari yang lalu saya jalan2 di sekitar Margonda, Depok, dan melihat di Taman Bacaan ZOE sedang ada jualan buku. Saya obrak-obrik beberapa koleksi buku bekas dan saya menemukan sebuah buku lama berjudul PUSAKA INDONESIA, yang isinya riwayat hidup tokoh-tokoh besar Indonesia. Secara acak aku buka beberapa halaman dan kutemukanlah ini, teks lagu "Ibu Kita Kartini", di dalam buku itu judulnya "Raden Adjeng Kartini", dan tiga bait panjangnya.
Kata-katanya terdengar aneh buat kita yang sudah memakai bahasa Indonesia modern. Teksnya seperti ini, sengaja saya kutip dalam ejaan asli di bukunya, yang terbit pada tahun 1966.
Raden Adjeng Kartini
cipt. W.R. Supratman
Raden Adjeng Kartini, puteri sedjati
Puteri Indonesia, harum namanja
Raden Adjeng Kartini, pendekar isteri
Pendekar kaumnja, untuk mulia.
Raden Adjeng Kartini, pendekar isteri
Pendekar kaum ibu, tanah airnja
Raden Adjeng Kartini, penjuluh budi
Penjuluh bangsanja, karena tjita-tjitanja.
Raden Adjeng Kartini, pendekar djauhari
Puteri jang berdjasa, se Indonesia
Raden Adjeng Kartini, puteri jang sutji
Puteri jang merdeka, tjita-tjitanja.
Refrein:Wahai Raden Adjeng Kartini
Puteri jang mulia
Sungguh besar tjita-tjitamu
Bagi Indonesia.
terbitan Penerbit Bulan Bintang, 1966
Saya tidak punya data kapan lagunya berubah menjadi yang kita kenal sekarang. Mungkin memang ada revisi yang dilakukan oleh (dugaan saya) Departeman Pendidikan dan Kebudayaan. Memang sih kalau kita masih memakai syair yang lama, akan aneh sekali bunyinya. Pendekar isteri..., apa tuh artinya?
Kalau teman-teman, yang sepuh khususnya, pernah mengenal lagu Ibu Kartini versi jadul ini mohon dishare pengalamannya... Ada rekamannya gak yah, mungkin Sanggar Lokananta di Solo punya. Dan sekali lagi, saya bukan Roy Suryo... :p
Sunday, February 24, 2008
Contra Flow Busway Batal Hari ini
Entah kenapa tapi tadi pagi, contra flow tidak jadi dilaksanakan. Katanya sih masih ada masalah dengan ijin. Walhasil masih bermacet ria deh...
Yang unik adalah di dalam busway yang saya tumpangi, ada crew dari TV7 yang mau meliput contra flow. Tentu saja mereka kecewa. Tetapi mereka tetap mewancarai supir busway (pramudi) meminta pendapat mereka tentang kemacetan. Memang kemacetan akibat masuknya kendaraan yang masuk ke jalur busway mengganggu. Jarak antara Ragunan - Dukuh Atas yang semestinya 40 menit, ditempuh dalam 1.5-2 jam. Penumpang pun mulai males dan mengalihkan alat transportasinya ke moda yang lain terlihat dari semakin turunnya jumlah penumpang. Waktu tunggu pun menjadi lama karena kendala kemacetan.
Langkah contra flow ini ditempuh memang karena kemacetan di jalur Mampang - Ragunan sangat parah setiap pagi. Masuknya kendaraan malah memperparah kemacetan karena membuat busway pun ikutan macet.
Sungguh tidak ada yang diuntungkan dari kemacetan dari jalur busway. Yang masuk ke jalur busway pun tidak luput dari macet. Sudah lama didiskusikan bahwa kebijakan buka tutup di saat macet dengan memperbolehkan kendaraan lain masuk ke jalur busway di saat macet tidak membantu. Busway yang mestinya menjadi sarana menghindari macet menjadi macet juga, dan tidak ada jalan keluarnya.
Saya sebagai pemakai angkutan busway jalur 6 berharap kebijakan contra flow ini dapat segera dijalankan (denger2 sih katanya baru rabu bisa dilaksanakan).
Wednesday, January 23, 2008
STOP Biofuel Kalau Masih Mau Makan Tempe
Biofuel sempat menjadi perbincangan di tahun yang lalu ketika Presiden SBY berniat mengkonversi lahan gambut di Kalimantan untuk perkebunan tanaman yang nantinya akan menghasilkan minyak nabati untuk diolah menjadi biofuel. Waktu itu saya menduga ini hanya angat-angat tai ayam alias ikutan tren (apa sih kebijakan di negeri ini yang gak angat-angat tai ayam, reaktif tanpa perencanaan yang matang?) Dugaan saya terbukti benar karena ternyata 17 perusahaan produsen biofuel sekarang di Indonesia sudah terancam bangkrut!.
Tapi bukan itu yang mau saya bahas. Dari awal para aktivis lingkungan menentang industrialisasi biofuel. Pertama, kebutuhan biofuel dunia akan mengkonversi lahan menjadi tanaman penghasil energi, mengalahkan tanaman penghasil pangan. Ini akan membuat harga pangan naik, dan menyulitkan mereka yang berada di kalangan bawah. Kita sudah merasakan dampaknya. Harga kedelai naik karena adanya kenaikan kebutuhan akan kedelai yang dikonversi menjadi biofuel. Begitu pula dengan kenaikan harga gandum dunia. Di Malaysia mereka sudah mulai menjatah minyak goreng (ternyata mereka juga senasib dengan kita) karena adanya kenaikan permintaan CPO untuk biofuel. Dunia akan kelaparan kalau kita melakukan konversi ke biofuel.
Kedua, seluruh muka bumi ini tidak akan cukup untuk ditanami tanaman penghasil biofuel kalau kita berhenti menggunakan bahan bakar fosil dan menggunakan biofuel 100%. Kita butuh LIMA bumi untuk mencukupi kebutuhan biofuel dengan tingkat penggunaan energi saat ini! Jangan tertipu dengan label bahwa biofuel adalah bahan bakar yang bisa diperbaharui karena dihasilkan dari tanaman, dengan demikian lebih ramah lingkungan. Yang terjadi tidaklah seindah itu. Yang akan terjadi adalah meluasnya penebangan hutan untuk membuat lahan perkebunan tanaman energi.
Bukan hanya itu, tanaman ini juga ikut menghabiskan sumber daya air di dunia yang sudah tipis. Kita akan mengalami krisis air bila perkebunan tanaman biofuel dibuat secara luas!
Ketiga, biofuel bukanlah bahan bakar ajaib bebas polusi seperti yang digembar-gemborkan. Biofuel adalah minyak, dan semua minyak adalah rantai karbon yang kalau dibakar akan menghasilkan CO2, sama persis dengan CO2 yang dikeluarkan oleh pembakaran minyak bumi.
Konversi minyak bumi ke biofuel bukanlah jawaban. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Masalahnya adalah di konsumsi energi kita yang sudah berlebihan. Ini ada beberapa tips yang bisa kita lakukan.
1. Sebisa mungkin tidak memiliki kendaraan pribadi. Pakailah kendaraan umum. Kalau pun anda harus memakai kendaraan pribadi, pakailah kendaraan dengan cc kecil (kayak Avanza, Jazz, Yaris), jangan kendaraan 4WD untuk medan berat sekedar untuk berangkat kerja (kayak Landcruiser, Pajero apalagi Hummer). Biasakan nebeng atau ngajakin orang lain supaya kendaraan anda penuh, gak mubazir cuma diisi satu orang (lihat www.nebeng.com)
2. Sebisa mungkin gunakan kereta api dan hindari pesawat. Pesawat adalah kendaraan paling boros bahan bakar, dan langsung mempolusi atmosfer bumi karena ia terbang di atas.
3. Makanlah produk lokal. Jika kita makan produk impor, kita juga menghabiskan energi untuk mengangkutnya ke negara kita. Sudahlah, kita kayaknya udah harus say goodbye sama mie dan roti, karena negara kita tidak menghasilkan gandum. Kita puaskan diri dengan roti tepung beras dan penganan dari singkong dan ubi jalar. Roti dari beras enak juga kok, di India namanya idli.
4. Biofuel sebenarnya tidak jelek kalau kita memanfaatkannya dari limbah atau sekedar mencukupi kebutuhan sendiri dengan tanaman pekarangan pribadi seperti jarak. Minyak jelanta ketimbang dipakai lagi sehingga menjadi penyebab kanker, lebih baik dipakai untuk kendaraan. Pemkot Bogor sudah memanfaatkannya untuk Bis Trans Pakuan. Bila anda memanfaakan pekarangan dan menyuling minyak jarak sekedar untuk keperluan sehari-hari juga tidak berdosa. Yang bermasalah adalah jika kita membuat perkebunan secara ektensif sehingga bersaing dengan tanaman pangan.
Pada intinya hemat energi, sayangi bumi kita.