Di beberapa belahan Amerika para pendukung Barack Obama sedang merayakan kemenangan presiden pilihan mereka. Tak ketinggalan pula dengan anak Menteng yang ikut bergembira di tengah guyuran hujan. Penduduk kota Obama di Jepang (yang sebenarnya gak ada hubungannya) juga ikut bersukacita.
Saya pribadi yang sebenarnya lebih suka dengan Hillary, turut bergembira karena kandidat Partai Demokrat mampu mengalahkan Partai Republik, walaupun efek langsung dari terpilihnya Obama mungkin tidak terasa bagi diri saya sendiri.
Namun yang mau saya soroti adalah terpilihnya seorang kulit hitam (walau Obama hanya separuh hitam) menjadi presiden sebuah negara adidaya. Dengan ini Amerika dengan gagah bisa berkata kepada dunia lain, bahwa di negara mereka ada persamaan hak politik, apa pun warna kulitnya. Ini adalah sebuah langkah besar bagi sebuah negara demokratis, di mana prasangka ras dan agama bisa dikalahkan.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Beberapa kejadian menunjukkan bahwa sentimen kedaerahan masih berlaku. Apalagi dengan sentimen agama yang ditunjukkan dengan makin merebaknya perda2 berbau agama. Sulit untuk membayangkan di Indonesia muncul seorang presiden dari etnis minoritas, keturunan cina, apalagi yang beragama kristen misalnya. Semuanya dikalahkan dengan meminjam argumen demokrasi, yaitu mayoritas berhak memimpin. Mungkin kita bisa belajar dari Amerika dalam hal ini, bahwa kepentingan bersama mengalahkan sentimen agama dan ras.
Showing posts with label barack obama. Show all posts
Showing posts with label barack obama. Show all posts
Wednesday, November 5, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)