Wednesday, November 5, 2008

Selamat untuk Barack Obama!

Di beberapa belahan Amerika para pendukung Barack Obama sedang merayakan kemenangan presiden pilihan mereka. Tak ketinggalan pula dengan anak Menteng yang ikut bergembira di tengah guyuran hujan. Penduduk kota Obama di Jepang (yang sebenarnya gak ada hubungannya) juga ikut bersukacita.

Saya pribadi yang sebenarnya lebih suka dengan Hillary, turut bergembira karena kandidat Partai Demokrat mampu mengalahkan Partai Republik, walaupun efek langsung dari terpilihnya Obama mungkin tidak terasa bagi diri saya sendiri.

Namun yang mau saya soroti adalah terpilihnya seorang kulit hitam (walau Obama hanya separuh hitam) menjadi presiden sebuah negara adidaya. Dengan ini Amerika dengan gagah bisa berkata kepada dunia lain, bahwa di negara mereka ada persamaan hak politik, apa pun warna kulitnya. Ini adalah sebuah langkah besar bagi sebuah negara demokratis, di mana prasangka ras dan agama bisa dikalahkan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Beberapa kejadian menunjukkan bahwa sentimen kedaerahan masih berlaku. Apalagi dengan sentimen agama yang ditunjukkan dengan makin merebaknya perda2 berbau agama. Sulit untuk membayangkan di Indonesia muncul seorang presiden dari etnis minoritas, keturunan cina, apalagi yang beragama kristen misalnya. Semuanya dikalahkan dengan meminjam argumen demokrasi, yaitu mayoritas berhak memimpin. Mungkin kita bisa belajar dari Amerika dalam hal ini, bahwa kepentingan bersama mengalahkan sentimen agama dan ras.

3 comments:

AndoRyu said...

"Sulit untuk membayangkan di Indonesia muncul seorang presiden dari etnis minoritas, keturunan cina, apalagi yang beragama kristen misalnya."

Hal diatas kayaknya sangat...sangat sulit. Jangankan yang perbedaannya rada ekstrem seperti diatas, presiden non ras mayoritas (jawa) aja sulit naik. Habibie cuma jadi ban serep doang (jadi ingat sama pernyataan si Rudy kalau dia masih turunan ningrat jawa). Sukarno juga cuma setengah jawa.
Apalagi isu agama yang jauh lebih tajam kontroversinya. Tak terbayang di pikiran saya kalau bakalan muncul presiden USA beragama islam (kalau Obama beragama islam gak bakalan menang konvensi demokrat sama Hillary), sama dengan kasus kemungkinan presiden indonesia beragama kristen.

Anonymous said...

On, gue koq ragu ya sama cara pandang msayarakt amerika thd Obama. Faktanya dia ngga 100% kulit item kan. Beda ama jesse jackson yg dulu jg pernah nyalonin diri. Dia emang beneran item :mrgreen: Keliatannya gue msh agak skeptis dgn berbagai claim terbaru ttg amerika sbg negara yg terbukti anti rasialis dan menjunjung tinggi hak warga negara di atas ras.

Oni Suryaman said...

@tigis
aku juga ragu kalau amerika otomatis jadi gak rasis. tapi bagaimanapun harus diakui ini bisa dijadikan simbol.
@andrie
sebagai bukti, pas sebagai kata andrie. coba aja obama islam. mustahil menang.